Welcome

welcome to my world..

welcome to my life..

welcome to my heart..


-enjoy it-

Jumat, 18 Maret 2011

Gangguan Makan (Eating Disorder)

Rasa takut akan kegemukan atau keinginan untuk selalu langsing kiadang – kadang dapat menimbulkan gangguan pada pola perilaku makan. Anorexia nervosa dan bulimia nervosa sering ditemukan pada wanita pada usia remaja , tapi tidak terbatas hanya pada usia tersebut. Akibat dari gangguan pola perilaku makan dapat sangat serius dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Pertolongan dapat dilakukan dengan mengadakan bimbingan konseling atau pusat kesehatan di sekolah - sekolah untuk pelajar yang mungkin menunjukan gejala gangguan seperti itu.

Anorexia Nervosa

Anorexia nervosa adalah gangguan pola perilaku makan yang ditandai dengan

  • Adanya tuntutan untuk mempunyai berat badan dibawah normal,
  • Ketakutan hebat akan penambhan berat badan atau menjadi gemuk,
  • Penyimpangan terhadap citra tubuh
  • Amenorrhea, yaitu berhentinya menstruasi

Anorexia nervosa pada dasarnya merupakan penyakit mental yang bisa diakibatkan oleh gabungan kausa dibawah ini :

  • Biologis. Pada beberapa orang, penyakit ini diturunkan secara genetik. Orang dengan saudara kandung/ orang tua yang terkena eating disorders pun sering ditemukan mengidap penyakit serupa. Bahkan beberapa penelitian mengatakan bahwa serotonin, sebuah zat kimia yang secara natural ada dalam otak dapat mempengaruhi perilaku makan karena hubungannya dengan regulasi kebutuhan makanan.
  • Kesehatan psikologis dan emosi. Mereka dengan eating disorders umumnya memiliki psikologis dan emosi yang mendukung penyakit tersebut. Mereka cenderung memiliki penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah, perilaku impulsif, kesulian meregulasi kemarahan, konflik keluarga dan kesulitan dalam bergaul, misalnya.
  • Isu sosiokultur. Pada jaman sekarang, lingkungan sering kali seolah olah menuntut para perempuan untuk selalu tampil ramping. Berbagai media dan industri entertainment selalu fokus pada penampilan dan bentuk tubuh. Tekanan sebaya sering kali menimbulkan keinginan untuk menjadi langsing, seperti yang sering ditemukan pada remaja putri.
Penderita Anorexia nervosa biasanya mempunyai berat badan minimal 15% dibawah berat badan yang normal.Walaupun anoreksia secara tidak langsung dapat menghilangkan nafsu makan, tapi penderita anorexia jarang yang kehilangan nafsu makannya. Mereka benar – benar melaparkan diri untuk menjadi langsing. Ketika kegiatan melaparkan diri itu menghasilkan perilaku memuntahkan makanan, olahraga berlebihan, dan kecanduan obat cuci perut, mungkin itu juga mengarah kepada bulimia nervosa. Penderita anoreksia beranggapan bahwa kulit dan daging tubuhnya sebagai lemak yang harus dilenyapkan. Dengan tidak adanya lemak ditubuh penderita, menyebabkan kegiatan duduk dan berbaring merupakan kegiatan yang tidak nyaman (karena terlalu kurus), penderita biasanya juga sulit untuk tidur. Selanjutnya penderita berangsur-angsur menarik diri dari teman dan keluarganya, ia lebih senang menyendiri.

Penderita anoreksia seringkali mengalami penurunan tekanan darah, napas melemah, pada wanita dewasa menstruasi terhenti, pada anak wanita yang beranjak dewasa mungkin tidak akan mulai mengalami menstruasi sama sekali, kelenjar tiroid yang mengatur pertumbuhan berangsur-angsur menghilang. Kulit menjadi kering, rambut dan kuku menjadi rapuh dan mudah patah.

Seiring itu penderita sering mengeluh pusing (karena kerja kontraksi periodik dinding lambung dan gerakan menggiling makanan di usus terus terjadi dan bila terjadi berlarut dapat menyebabkan tukak lambung dan radang usus), kedinginan yang disebabkan hilangnya lemak tubuh, susah buang air besar (karena memang tidak ada lagi sisa yang disebabkan tidak adanya makanan yang cukup), lemas (energi yang dihasilkan dari makanan), dan terjadi pembengkakan sendi. Scara alamiah pada saat itu juga banyak rambut tumbuh di permukaan tubuh termasuk di muka dan dengan perubahan kimia yang demikin dahsyat menyebabkan penderita mudah terserang sakit jantung.

Etiologi dari anorexia nervosa masih dalam studi. Bagaimanapun, para ahli menyakini bahwa anorexia nervosa meliputi interaksi yang kompleks dari banyak faktor. Kelaparan dapat menghentikan atau membalikkan perubahan pada pubertas, termasuk perkembangan menstruasi dan buah dada. Pengaruh lainnya terlihat pada pandangan terhadap citra tubuh, interaksi dengan keluarga, kebutuhan untuk mengontrol dan menjadi sempurna, tipe kognitif abnormal, kelenjar endokrin tidak berfungsi dengan baik. Penderita seharusnya segera ditangani, bila sudah berlarut-larut lebih sulit untuk pulih dengan segera.

Walau kondisi badan di cermin sudah demikian kurus tetap saja pikiran mengatakan bahwa masih gemuk. Hal ini memang cukup sulit untuk dipulihkan, apalagi hal ini telah terjadi dalam jangka waktu yang sudah cukup lama.Treatment terhadap penderita anorexia nervosa berupa pemulihan dan mempertahankan berat badan normal. Penanganan dari rumah sakit dibutuhkan selama dalam fase pemulihan pada treatment .Penanganan tersebut termasuk meningkatkan jumlah kalori yang masuk secara perlahan – lahan, terapi perilaku, dan dukungan emosional.Banyak penderita anoreksia yang dirawat dirumah sakit dalam kondisi yang sangat menyedihkan tubuhnya hanya tulang dibalut kulit, tetapi tetap saja ia merasa gemuk. Fase mempertahankan berat badan normal meliputi pendekatan cognitive-behavioural dengan menekankan pada perasaan pasien, dan sistem kepercayaan.

Simptom anorexia antara lain:

  • Kurus
  • Blood counts yang tidak normal
  • Lelah
  • Pusing atau seketika tidak sadarkan diri
  • Kuku tipis dan lentur
  • Rambut tipis dan rontok
  • Menstruasi tidak teratur/tidak menstruasi (amenorrhea)
  • Konstipasi
  • Kulit kering
  • Sering demam
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Tekanan darah rendah
  • Dehidrasi
  • Tulang keropos

Simptom emosional dan perilaku dari penderita anorexia umumnya :

  • Menolak ajakan makan
  • Menganggap diri tidak lapar
  • Olah raga berlebihan
  • Mood yang datar, cenderung tanpa emosi
  • Sulit konsentrasi
  • Takut pada makanan

Contoh kasus anorexia

Saya Sari mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Usia saya 22 tahun, saya bingung dengan kebiasaan yang saya lakukan tiga tahun belakangan ini. Sejak saya usia 19 tahun saya merasa badan saya terlalu gemuk dan makan terlalu banyak. Pada mulanya saya mengikuti kontes Ratu di kampus, pada saat itu saya tidak masuk nominasi. Teman-teman mengatakan bahwa saya terlalu gemuk untuk menang, biarpun wajah dan postur tubuh saya cukup mendukung. Semenjak itu kebiasaan makan saya berubah. Saya makan sedikit sekali untuk mencapai berat badan ideal, bahkan sesekali saya tidak makan sama sekali seharian. Kebiasaan itu terus berlangsung sampai sekarang. Teman-teman mengatakan bahwa saya sudah kurus, tetapi tetap saja saya tidak yakin dan masih terus mengurangi makan.

Selama ini keadaan saya terlihat baik-baik saja, tidak seorangpun mengetahui ketakutan saya akan kegemukan. Orang tua saya tidak mengetahui, karena selama kuliah saya kost, dan pulang ke rumah seminggu sekali. Kekhawatiran saya mulai timbul setelah selama dua bulan ini saya tidak datang bulan, padahal saya masih sendiri. Selain itu badan saya terasa sangat lemas dan sudah beberapa hari tidak bisa buang air besar. Padahal sebelumnya bila tidak bisa buang air saya biasa memakan obat pencahar agar bisa buang air besar. Tetapi sekarang biar sudah memakan obat pencahar tetap saja sulit.Saya ingin menanyakan sebenarnya saya ini kenapa, dan bagaimana mengatasinya.

Saya berusaha meyakinkan diri bahwa saya sehat, tetapi terasa ada yang salah dengan diri saya. Saya sering mendapat saran dari teman untuk tidak menurunkan berat badan lagi karena sudah sangat kurus. Tetapi setiap kali saya makan, saya berfikir saya akan gemuk dan itu sangat menakutkan bagi saya. Apa yang harus saya lakukan?

· Jawaban salah satu psikolog


Pada langkah awal Sari harus menyadari bahwa kondisi tubuh sekarang ini sangat kurus dan yakinkan diri untuk menghilangkan perasaan takut gemuk dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri. Perhatikan tubuh di depan cermin, sadari benar bahwa tubuhmu memang sangat kurus. Keyakinan diri ini akan lebih kuat bila dibantu ahli permasalahan ini yaitu dokter atau psikolog. Segeralah beritahu keluarga dengan terus terang, agar mereka mendukung dan memberi support untuk dapat pulih seperti sedia kala. Konsultasikan secara berkala dengan psikolog, dan sangat disarankan untuk berkonsultasi juga dengan ahli gizi. Bantuan ahli gizi sangat penting, mengigat kondisi Sari saat ini yang bisa dibilang cukup memprihatinkan. Ahli gizi tahu benar seberapa besar asupan yang dibutuhkann oleh penderita untuk dapat segera pulih kondisi kesehatannya. Langkah awal yang harus segera Sari lakukan adalah sesegera mungkin meminta bantuan dokter/psikolog. Semoga jawaban ini dapat membantu anda.

Sumber : www. e-psikologi.com

Bulimia Nervosa

Jika penderita anoreksia mati-matian untuk menahan rasa lapar dan berupaya sekeras mungkin untuk tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang besar sehingga bisa tahan hidup hanya dengan makan 2-3 sendok nasi per-hari, maka tidak demikian halnya dengan bulimia. Pada dasarnya, tujuan akhir dari penderita bulimia dan anoreksia adalah sama, yaitu ingin mempertahankan bentuk tubuhnya selangsing (sekurus) mungkin namun cara mereka yang berbeda. Penderita bulimia cenderung senang mengkonsumsi makanan yang mereka sukai. Mereka makan berlebihan untuk memuasakan keinginan mereka namun selanjutnya mereka memuntahkannya kembali hingga tidak ada makanan yang tersisa. Dengan demikian mereka terhindar jadi gemuk melainkan tetap menjadi kurus tanpa perlu menahan keinginan mereka untuk makan. Dapat dibayangkan jika seseorang terus menerus memuntahkan makanan yang mereka konsumsi, darimana mereka mendapatkan kalori untuk beraktivitas.

Tubuhpun menjadi lemas, sulit untuk berpikir dan akhirnya tidak ada lagi energi yang dapat digunakan untuk mempertahankan dirinya. .Bulimia nervosa ditandai oleh episode berulang dari pesta makan tanpa kontrol. Penderita bulimia sangat memerhatikan berat badan dan bentuk tubunya. Untuk menghindari penaikan berat badan , setelah pesta makan , makanan dimuntahkan dengan menggunakan laxatives atau diuretics ( obat cuci perut ). Biasanya penderita bulimia tidak mempunyai berat badan normal. Kadang – kadang ada yang mempunyai berat badan di atas berat normal, dan ada juga yang berada di bawah berat normal.

Penderita Bulimia mempunyai sikap yang hampir sama dengan penderita anorexia. Mereka tidak puas dengan berat dan bentuk badan mereka, dan sering mengkaibatkan depresi. Kebanyakan dari penderita ini mempunyai sejarah keluarga obesitas. Makan dalam jumlah berlebihan secara sekaligus dapat merusak keseimbangan mineral tubuh seperti sodium dan potasium. Hal ini menyebabkan rasa lelah, berdebar-debar, detak jantung yang tidak teratur, dan tulang keropos. Muntah berulang-ulang dapat merusak lambung dan saluran esophagus (saluran yang membawa makanan ke lambung) karena memaksa lambung berkontraksi secara tidak wajar. Selain itu, asam lambung yang keluar bersama muntah membuat gusi menyusut dan mengikis email gigi. Dampak yang lain adalah timbulnya ruam di kulit, pecahnya pembuluh darah di muka ,menstruasi yang tidak teratur dan myocardical infarction.

Bulimia biasanya terjadi pada wanita berkulit putih pada rentang usia 14 sampai 40 tahun. Bulimia banyak ditemukan pada diri atlet karena ada tuntutan mempunyai berat badan yang normal. Beberapa pendekatan digunaka untuk menyembuhkan bulimia nervosa. Sebagian kecil penderita bulimia berrespon terhadap obat anticonvulsant ( anti mual ). Karena bulimia nervosa dapat disertai depresi, maka obat anti depresi diberikan pada penderita bulimia. Campur tangan psikologi cenderung menggabungkan variasi – variasi pendekatan, termasuk cognitive-behavioural, keluarga, dan kelompok terapi. Tetapi pendekatan cognitive-behavioural, individual atau grup, terlihat paling menjanjikan. Pendekatan Cognitive-behavioral termasuk pemberian nasihat, memonitor diri sendiri, mengontrol stimulus, dan menentukan pola makan.

Dampak psikologis yang muncul pada penderita anorexia dan bulimia adalah:

· Perasaan tidak berharga

· Sensitif, mudah tersinggung, mudah marah

· Mudah merasa bersalah

· Kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain

· Tidak percaya diri, canggung berhadapan dengan orang banyak

· Cenderung berbohong untuk menutupi perilaku makannya

· Minta perhatian orang lain

· Depresi (sedih terus menerus)


Pengobatan eating disorders

Pengobatan eating disorders bergantung pada tiap tipenya. Secara umum, dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Psychotherapy

Pengobatan ini dapat membantu anda mengubah perilaku tidak sehat anda. Anda akan belajar bagaimana mengontrol makanan dan mood, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan stress manajemen.

  • Pendidikan Nutrisi

Dietitians dan tenaga medis lainnya dapat memberikan anda informasi mengenai diet yang sehat dan membantu merancang rencana nutrisi sehingga mampu mencapai berat badan yang ideal dan kebiasaan makan yang sehat.

  • Rawat Inap Rumah Sakit

Jika anda sudah ada pada masalah kesehatan yang serius dan selalu menolak untuk makan, dokter akan menyarankan anda untuk dirawat inap di rumah sakit. Rawat inap juga bisa dijalani pada bagian psychiatric.

  • Medikasi

Medikasi dapat menyembuhkan eating disorders.Medikasi akan membantu anda untuk mengontrol ketakutan anda pada makanan maupun diet anda.Obat yang diberikan biasanya berupa antidepresi dan obat penenang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar