Sebuah bayangan dari tirai masa lalu,
mengetuk perlahan pintu kenangan yang hampir tertutup.
Tanda tanya menyambut terburu,
disusul dengan siulan sang rembulan.
Sedangkan mahkota kehidupan tersenyum,
kembali pada singgasana tanpa ruang.
Adalah sebuah kesendirian yang menyerukan sebuah asa,
mengobarkan kembali api dalam sangkar.
Tanpa disadarinya semua bintang tersenyum,
mencoba menyatukan kembali fragmen yang telah terurai.
Adakah segelintir embun yang berbalik menyentuh langit,
ataukah hanya fatamorgana kehidupan yang menarik tuas memori pada titik terdalam?
Yang jelas langit menari malam ini,
birunya terlihat samar, ditutupi oleh sejuta alasan tak bermakna
yang berusaha menyembunyikan celah dalam tawa.
Nada-nada menghembuskan pikiran nyata,
yang selama ini meringkuk dalam ruang hampa.
Bersembunyi dalam seringai sang malam.
Pada akhirnya, malam melambaikan waktunya.
Mengakhiri dengan singkat reuni antara sang rindu dan tuannya.
Welcome
welcome to my world..
welcome to my life..
welcome to my heart..
-enjoy it-
Thursday, June 9, 2016
Friday, May 27, 2016
Pukul 2 Malam
Terdapatlah seorang pembuat topeng yang terkenal. Ia sangat ahli mengukir senyuman pada semua topeng yang dijualnya. Si pembuat topeng memulai usahanya pada satu abad lalu ketika dimulainya krisis manusia modern. Manusia modern saat ini lebih canggih, lebih kreatif, tapi tidak seutuhnya untuk kebaikan.
Seiring dengan meroketnya kebaikan, kejahatan akan selalu mengimbanginya. Si pembuat topeng itu sendiri merasakan perubahan dalam masyarakat di sekitarnya, dimana rasa tulus dan kepercayaan perlahan memudar. Manusia modern kehilangan keutuhan sejatinya, itulah yang memberikan ide pada si pembuat topeng, untuk membuat dan menjual topeng yang memberikan manusia modern, sebuah ilusi tentang kesempurnaan. Menyembunyikan kegelapan mereka, apapun bentuknya, dibalik sebuah topeng yang selalu menyunggingkan senyuman seakan-akan kebahagiaan tidak pernah sirna dalam hidup mereka.
Ironisnya, sekaligus untungnya, semakin modern, semakin berevolusinya manusia, semakin banyak pula pelanggan yang datang memesan topeng padanya. Topeng yang ia ciptakan berfungsi sebagai perisai sekaligus alat untuk menyerang satu sama lain. Topeng yang ia buat mempunyai kemampuan membuat siapapun yang memilikinya terlihat utuh, terlihat bahagia, terlihat sempurna di mata manusia lain. Meskipun kebanyakan mata manusia modern saat ini sudah buram dan nyaris buta.
Topengnya dirancang sedemikian rupa untuk dapat bekerja dalam segala situasi dan kondisi, juga mempunyai daya tahan yang cukup lama. Rata-rata manusia memakai topengnya ketika mereka keluar rumah. Para topeng bekerja mati-matian menjaga senyum di wajahnya, dan menahan tangis keluar dari bola mata sang pemiliknya.
Gubuk yang dulu ditinggali oleh sang pembuat topeng kini semegah kastil, dengan pagar yang menjulang tinggi di sekelilingnya, menjaga orang lain masuk dan menjaga si topeng keluar sendiri dari rumahnya.
Si pembuat topeng itu sendiri mempunyai banyak topeng yang membuatnya terlepas dari masalah apapun. Meskipun begitu, ia hidup sendiri di rumahnya yang megah tersebut. Lagi pula pada zaman modern seperti sekarang, manusia tanpa topeng jarang terlihat, dan sebagai pembuat topeng, ia sangat memahami kegelapan yang menyelimuti manusia modern saat ini. Ia memilih untuk percaya hanya pada dirinya sendiri.
Sepanjang hari, si pembuat topeng sibuk melayani kliennya, lalu setelah senja hadir, ia mulai mengukir wajah-wajah indah pada topeng-topeng yang akan dijualnya. Ia bekerja setiap hari sampai pada pukul 2 malam, karena pada pukul 2 malam adalah waktu untuk beristirahatnya para topeng. Topeng-topeng itu biasanya langsung berbaring lemah. Melunturkan senyum yang berkilat di wajanya dan mulai memejamkan mata dengan cepat, karena esok pagi, mereka harus bekerja keras lagi, melayani para pemiliknya.
Monday, May 23, 2016
Pendidikan dan Karakter
Aku menemukan sebuah artikel yang menarik untuk dibahas.
Ini isinya.
Ini bukan kritik.
Ada sebagian yg menurut aku bener juga sih.
Tapi mungkin lebih baik begini. SD-SMA di Indonesia itu level isi pelajarannya terlalu tinggi. Untuk apa kita belajar yg umum dulu? Buat bantu kita menentukan minat.
Tapi selain itu ada tugas perkembangan lain di umur-umur sekolah. Jangan meliat "lupa" kita dengan rumus-rumus matematika smp, atau anatomi biologi, atau teori & prinsip ekonomi. Tapi, apa yang sebenarnya kita pelajari selama SD-SMA? Team work, Social skills, self-esteem, coping, dll. Ga ada yang useless, sebenarnya. Selalu ada pelajaran dalam setiap momen hidup. Itu yang membentuk pribadi kita sekarang.
Banyak orang yang teralu mementingkan teori, pada saat di lapangan malah "kaget". Siapkan manusianya dulu, bentuk jadi pribadi yg bermoral, kuat, jujur, berani, dll. Bukan harus mendapat nilai A di mata pelajaran tertentu.
Aku sendiri pernah punya pengalaman unik. Setelah 6 bulan cuti kuliah, aku berusaha mengejar ketinggalan. Aku mengikuti 2 mata kuliah yang berbarengan jam masuknya, aku cuma masuk di salah 1 mata kuliah, sedangkan untuk mata kuliah lainnya, aku hanya belajar dr textbook untuk uts & uas. Akhir semester aku diberikan nilai T oleh dosen yang mengajar mata kuliah yang tidak pernah aku masuki.
Dengan tegang aku menghadap dosen mata kuliah itu. Oleh dosen tersebut, Aku diminta menjawab 1 pertanyaan,"Apa yang kamu dapet dari mata kuliah ini?", aku menjawab secara teori. Lalu dosen itu mengatakan,"Bukan. Saya tidak mau tau teori yang kamu tau. Apa yg kamu dapat dari kuliah ini yg membuat kamu bisa jadi pribadi yang lbh baik?"
Ternyata dosen tersebut mengetahui aku tak pernah menghadiri mata kuliahnya, tapi beliau tidak mempermasalahkannya selama ada yang aku dapetkan dari mata kuliah.Bukan teori, tetapi sesuatu yg membuat aku menjadi pribadi yang lebih baik.
Untuk apa sekolah?
Untuk apa pelajaran umum?
Jangan terlalu fokus dengan hasil teori apalagi nilai, tapi fokus ke hal lain yg kita bisa pelajari, yang membentuk karakter kita saat ini.
Masalah politik dan hancurnya moral bangsa Indonesia adalah masalah moral, bukan sistem pendidikan. Aku pribadi tidak setuju dengan sistem pendidikan di Indonesia, tapi bukan itu yang membuat seorang koruptor korupsi.
Korupsi merajalela di Indonesia bukan karena koruptor itu anak IPA yang harus mempelajari IPS. Tapi karena pendidikan di Indonesia hanya mempermasalahkan isi kurikulum, mata pelajaran, mata kuliah, dll. Tanpa adanya pembelajaran khusus yang mengembangkan diri sendiri, yang meningkatkan moralitas pribadi.
Untuk apa kita mengetahui bahwa ikan paus adalah mamalia, bukan ikan, tapi tidak diajarkan untuk menjaga ekosistem laut?
Untuk apa kita memahami hukum perdana dan perdata, tanpa memahami bagaimana menjaga lingkungan agar tentram?
Untuk apa kita mempelajari anatomi tubuh manusia tanpa diajari bagaimana setiap manusia mempunyai keunikan masing-masing?
Yang paling penting dalam dunia pendidikan adalah pembentukan karakter seseorang, bukan nilai, atau pengetahuan apa yang bisa ia dapat dari sekolah.
Melancholy Monster
Melancholy Monster
by forswornsight
Melancholy monster, where are you?
I always find you hiding after the new day’s through.
Melancholy monster, all these tears,
you’re hiding them from everyone in baskets of your fears.
Melancholy monster its okay….
It’s okay to be yourself, to say the things you say.
Oh melancholy monster in my mirror, in my bed.
Melancholy monster in my shoes and in my head.
Melancholy monster, it’s okay. It’s okay.
You don’t have to hide.
You don’t have to run away.
Melancholy monster, where’s your cave?
The place you keep fragments of the times when you were
brave.
Melancholy monster, hidden dreams
leave cuts in your broken heart, much deeper than it seems.
Melancholy monster,will you last
hiding from the others behind a happy painted mask?
Oh melancholy monster in my journal, in my eyes.
Melancholy monster in my heart and in my sighs.
Melancholy monster, it’s okay. It’s okay.
You don’t have to hide.
You don’t have to run away.
Melancholy monster, sing yourself this lullaby,
to hide all your retreating and the lonely tears you cry.
Melancholy monster, tell yourself that you’re alright
running away from happy days for fear of coming night.
Thursday, May 12, 2016
Sempurna
Manusia Sempurna.
Kesempurnaan manusia adalah ilusi. Esensi dari kesempurnaan tergantung dari si pemilik akal. Kabur, berbeda makna untuk setiap individu.
Kesempurnaan bagiku bukanlah semua baik, bukanlah semua indah, bukanlah semua benar. Karena jika itu arti sempurnanya seorang manusia, maka makna sempurna penuh dengan kepalsuan. Tak ada manusia tanpa sisi gelap.
Bagiku, sempurna berarti manusia itu mampu menerima semua sisi terang gelap dari dirinya dan orang lain. Sempurna berarti tawa, sempurna berarti air mata. Aku selalu menemukan keindahan dalam diri manusia yang menyadari dirinya tidak sempurna, yang tak mencari kesempurnaan dalam diri orang lain dan dirinya. Aku selalu kagum dengan manusia yang berusaha menjadi dirinya lebih baik, bukan dengan standar kesempurnaan yang orang terapkan, tapi standar dirinya dimasa lalu.
Kesempurnaan bukanlah memiliki semua yang diinginkan, tetapi menerima apa yang dimiliki, dan walaupun begitu, tetap berusaha menggapai impian. Kesempurnaan berarti melihat terang dalam gelap, melihat putih dalam hitam.
Walaupun kata sempurna sudah dihancurkan maknanya oleh media bagi sebagaian orang. Saat ini, terlalu banyak manusia yang mudah dipengaruhi. Menerima standar orang lain, atau hidup dalam standar yang kita miliki, its always our choice, dear..
Setiap manusia diberi akal, dan pikiran. Tapi terlalu banyak manusia yang hidup dalam dogma atau aksioma orang lain. Menelantarkan isi dari kata hatinya sendiri. Bahkan saat ini, konsep benar dan salah tak lagi butuh pembuktian. Benar dan salahpun diciptakan maknanya oleh manusia.
Perfect people aren't real.
Real people aren't perfect.
Notes: Sempurna dan salah benar dalam kitab suci? disini tak membicarakan hal itu, tetapi hal-hal yang diciptakan oleh manusia. Karena Tuhan dan KitabNya memang sempurna dan benar.
Tuesday, April 19, 2016
P.A.P.A.H
Papah, aku memanggilnya. Beliau bukan ayah asliku, beliau hanya paman dari ayahku. Tapi usia Papah hanya berbeda beberapa tahun dengan Abi.
Saat aku kecil, ekonomi keluargaku pas-pasan. Aku tak pernah mendapatkan mainan-mainan yang agak mahal, bahkan orang tua ku hanya mampu membeli makanan bergizi tinggi hanya untukku, sedangkan mereka makan apa adanya, kadang hanya dengan kerupuk dan nasi. Orang tua ku mengontrak sekaligus membuka bisnis di rumah. Rumahku saat itu sangat sederhana, jika hujan, banjirlah serumah.
Ayahku membuka bisnis toko bangunan dari tabungannya yang tidak banyak, beliau kadang harus mengangkat batu bata atau semen sendiri, karena memang beliau tidak mampu membayar karyawan untuk membantunya. Ibuku membuka bisnis pecah belah, bermodal pinjaman dari saudara. Pada akhirnya, bisnis itu bangkrut.
Disaat itu, hadirlah Papah. Masa-masa itu, papah sangat dekat denganku. Aku sering bermain ke rumahnya. Ekonomi Papah lebih dari mencukupi saat itu. Dan aku memang manja terhadapnya.
Suatu hari, saat aku berusia sekitar 7-8 tahun aku datang ke rumah papah, papah mengajakku main petak umpet, tapi saat itu aku sangat tidak mood bermain. Papah bertanya padaku dengan lembut.
Papah:"Kenapa, bil?"
Aku: *nangis*
Papah: "ih bia kenapa? sini cerita"
Aku: "Si xxxxx beli sepatu roda baru pah, bia pengen, terus ngomgong pengen beli ke mamah sama abi, tapi ga boleh beli sama abi mamah, soalnya belum ada uangnya. Emang mahal katanya sih"
Papah: "Sebentar ya"
Papah pergi ke ruang tengah, dan aku masih terdiam di ruang belakang. Tak lama kemudian, papah menghampiriku lagi, dan beliau mengatakan, "Papah udah telefon abinya bia, ikut ke bandung yuk sekarang"
Aku langsung girang. Walaupun saat itu aku fikir Papah mengajakku ke Bandung untuk belanja kebutuhan tokonya. Aku memang menyukai berpergian dengan mobil.
Sesampainya di Bandung, kami masuk ke toko olahraga. Papah menuntunku ke koridor sepatu roda.
Lalu dia bilang, "Pilih yang bia mau"
Saat itu aku sangat kegirangan. Aku memilih tanpa melihat harga. Setelah memilih sepatu roda yang aku inginkan, kami langsung pulang ke Sumedang.
Ya, papah hanya pergi ke Bandung untuk membelikanku sepatu roda.
(Saat itu memang di Sumedang, tidak ada yang menjual sepatu roda)
Beberapa waktu kemudian, aku bercerita kepada papah bahwa teman-temanku mempunyai mainan yang seru. Dengan menggebu-gebu aku menceritakan bahwa di mainan itu, kita bisa memelihara binatang dan mengurusnya seperti memberi makan, dll. (Saat itu tentu saja aku tidak mengetahui, mainan yang aku maksud itu Tamagochi). Papah mendengarkanku dengan seksama.
Tak lama kemudian, ia mengajakku jalan-jalan. Papah dan aku masuk ke sebuah toko serba ada.
Papah mendekati karyawan toko itu, dan bertanya, "Disini jual mainan yang bisa melihara binatang gitu?", "Oh tamagochi ya pak, sebelah sini pak" Jawab si karyawan.
Lagi-lagi aku dibelikan apa yang aku inginkan oleh papah tanpa aku minta.
Bahkan papah pernah sengaja pergi ke Lembang hanya untuk membelikan ku kelinci.
Papah mempunyai 3 anak. Tapi ketiga-tiganya sudah dewasa. Saat aku SD, anaknya kuliah, jadi memang sangat jauh perbedaan usiaku dengan anak-anaknya papah. Tapi aku sangat dekat dengan ketiganya, terutama Ka Evi, anak kedua papah.
Semakin beranjak dewasa, semakin jarang aku mengunjungi papah. Tapi jika aku meminta apapun, ia selalu memberikan. Bahkan sampai SMA, Aku sering meminta pulsa pada papah, dan biasanya papah langsung mengirimkan aku pulsa Rp.100.000.
Saat aku kuliah, semakin jauhlah aku dengan Papah.
Tahun 2012, Aku sangat sibuk mempersiapkan pernikahanku. Sampai aku mendapat berita buruk Papah masuk RS. Aku akhirnya mengetahui dari mamaku, bahwa papah sudah mengidap kanker prostat selama 7 tahun.
Aku sering menjenguk ke RS, membawakan papah barang-barang dan makanan yang beliau suka.
Pernah suatu waktu aku sedang duduk menemani papah di RS.
Aku bertanya, "Papah mau dibawain apa sama bia? DVD room ya? nanti bia beliin film yang bagus-bagus" (Papah suka menonton film)
Dengan lemah, Papah menjawab, "Ga usah bil"
"Papah mau apa atuh? InsyaAllah ntr bia bawain"
Papah melihatku dengan wajah keriput yang terlihat sangat jelas, "Pengen sembuh bil, biar bisa hadir di nikahan Bia"
"InsyaAllah, Pah. InsyaAllah"
Aku diam agak lama, menahan air mata yang hampir menggenang.
Papah hadir di pernikahanku, walaupun dengan keadaan dipapah dan dengan kondisi yang lemah.
5 Bulan setelah pernikahanku aku mendapatkan telefon dari Ka Evi, Papah kritis dirumahnya.
Aku langsung datang ke rumah papah.
Tak lama kemudian, papah menghembuskan nafas terakhirnya dihadapanku, dan saudara-saudaraku.
Aku mencium keningnya.
Ati, istri nya Papah, memelukku erat sambil menangis, berkata,
"Papah sayang banget sama kamu bil. Kamu selalu jadi keponakan yang paling dia sayang. Selalu jadi anak bungsunya. Selalu"
Aku tak mampu lagi menahan air mata.
Mungkin Papah bukanlah orang yang sempurna, juga bukan orang tua kandungku. Tapi beliaulah yang membuat masa kecilku lebih indah. Beliau selalu jadi ayah kedua bagiku.
Bahkan saat ini, tahun 2016. Aku masih merindukannya. Terutama ketika aku melihat "tamagochi","Sepatu roda",dll aku selalu kembali pada memori masa lalu.
Betapa berartinya kehadiran papah dalam hidupku saat itu. Papah memberikanku kecukupan materi sehingga aku bisa mempunyai masa kecil yang lebih bahagia.
Papah selalu ada untukku.
Dengan mainan-mainan yang orang tuaku belum mampu untuk membelikan.
Dengan petak-umpetnya.
Dengan cerita-ceritanya.
Dengan tawanya.
I Miss You, Pah.
Jatinangor, 19 April 2016
Monday, April 18, 2016
It`s Not Right For You Lyrics
It`s Not Right For You
by The Script
My head, my head is full of things that I should've done
My heart, my heart is heavy, and it sinks like a stone
My heart, my heart is heavy, and it sinks like a stone
She said, "Is this the life you've been dreaming of
Spending half the day away from the things you love?
It's not too late to do something new."
Spending half the day away from the things you love?
It's not too late to do something new."
Yeah yeah she said, "It's hard enough trying to live your life
But not following your dreams made you dead inside
If you don't love what you do."
But not following your dreams made you dead inside
If you don't love what you do."
It's not right, it's not right for you
If you even have to think about it
It's not right, it's not right for you
If you really have to think about it
If you even have to think about it
It's not right, it's not right for you
If you really have to think about it
You got one life to love what you do
My hands, my hands are scarred by things I shouldn't have done
My feet, my feet are weary from all the miles that I've run
My feet, my feet are weary from all the miles that I've run
She said, "Open your mind, take a look within
Are you happy with the world that you're living in?
If not, you gotta change what you do."
Are you happy with the world that you're living in?
If not, you gotta change what you do."
Yeah yeah she said, "And lately I don't see you smile lot
Are you happy here with me and the things we've got?
If you can't say that it's true."
Are you happy here with me and the things we've got?
If you can't say that it's true."
If we don't do something now then we'll never know
If we stay here too long then we'll, we'll never grow old
So, before it's too late and it's killing you
We've only one life to live, so love what you do
If we stay here too long then we'll, we'll never grow old
So, before it's too late and it's killing you
We've only one life to live, so love what you do
Subscribe to:
Posts (Atom)
